PT Telkom Indonesia Persero Tbk Telkom melalui unit Global Strategic Partnership and Synergy, GSPS, terus mempertegas perannya dalam pengembangan talenta digital nasional. Komitmen tersebut diwujudkan lewat kegiatan Kunjungan untuk Penguatan Value Proposition SMK Telkom melalui Global Strategic Partnership yang digelar di SMK Telkom Malang, Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026 itu diikuti jaringan sekolah SMK dan SMA Telkom dari berbagai daerah di Indonesia, baik secara luring maupun daring. Selain SMK Telkom Malang sebagai tuan rumah, sekolah Telkom dari Purwokerto, Bandung, Medan, Jakarta, Lampung, Makassar, hingga Banjarbaru turut ambil bagian. Keterlibatan lintas wilayah ini mencerminkan sinergi dan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi di lingkungan TelkomGroup secara nasional.
Program tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Telkom dalam mendukung transformasi digital Indonesia melalui penguatan pendidikan vokasi berbasis teknologi. Fokus utamanya adalah eksplorasi sekaligus penguatan kemitraan strategis global dengan perusahaan teknologi kelas dunia atau tech giants. Tujuannya untuk meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia, menjaga relevansi kurikulum, serta memperkuat kesiapan lulusan SMK Telkom menghadapi kebutuhan industri digital global.
Sejumlah agenda digelar dalam kegiatan ini. Mulai dari pemaparan program enablement hasil kolaborasi Telkom dengan mitra teknologi global, diskusi interaktif bersama Yayasan Pendidikan Telkom, YPT, dan unit sekolah, hingga penyusunan action plan sebagai tindak lanjut implementasi program di lingkungan pendidikan SMK Telkom.
Dalam kesempatan tersebut, Telkom juga menghadirkan kolaborasi dengan Microsoft, Fortinet, Huawei, dan Google. Kolaborasi ini diwujudkan melalui program pelatihan serta sertifikasi berstandar internasional guna memperkuat kompetensi talenta digital guru dan siswa SMK Telkom.
Vice President Primary Secondary Education Management YPT, Kamariah Latief, menyampaikan bahwa kolaborasi global menjadi kunci dalam membangun sekolah unggulan yang mampu melahirkan lulusan berdaya saing internasional. Ia menjelaskan bahwa pemerintah tengah mendorong lahirnya sekolah unggulan sebagai percontohan nasional, sehingga melalui kolaborasi dengan tech giants pihaknya ingin memastikan siswa SMK Telkom memiliki kompetensi global, termasuk sertifikasi internasional yang membuka peluang melanjutkan studi maupun bekerja hingga ke luar negeri.
Sementara itu, GSPS Project Leader Detriana Margita Sari menegaskan peran GSPS sebagai jembatan strategis antara dunia pendidikan dan ekosistem teknologi global. Ia menyebut sinergi tersebut sebagai langkah konkret dalam menjembatani kesenjangan atau gap antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri global. Dengan menghadirkan keahlian dari pemimpin teknologi dunia langsung ke ruang kelas SMK Telkom, ia optimistis lulusan SMK Telkom akan menjadi aktor utama dalam ekonomi digital global.
Melalui inisiatif ini, Telkom Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai penggerak ekosistem talenta digital nasional. Di sisi lain, langkah tersebut juga memperkuat posisi SMK Telkom sebagai institusi pendidikan vokasi unggulan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, relevan dengan kebutuhan industri, serta siap mencetak lulusan berdaya saing global.